HUBUNGAN USIA KEHAMILAN DAN BERAT BADAN LAHIR BAYI DENGAN KEJADIAN HIPERBILIRUBINEMIA DI RSPAD GATOT SOEBROTO

FAJRI VIRGITASARI, HEHANUSSA (2026) HUBUNGAN USIA KEHAMILAN DAN BERAT BADAN LAHIR BAYI DENGAN KEJADIAN HIPERBILIRUBINEMIA DI RSPAD GATOT SOEBROTO. Skripsi, S1 Kebidanan STIKes RSPAD Gatot Soebroto.

[img] Text
FAJRI VIRGITASARI HEHANUSSA.pdf

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK Name : Fajri Virgitasari Hehanusssa Program Studi : S1-Kebidanan Judul : Hubungan Usia Kehamilan dan Berat Badan Lahir dengan Kejadian Hiperbilirubinemia pada Bayi Baru Lahir di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto. Latar Belakang Hiperbilirubinemia pada bayi baru lahir merupakan masalah kesehatan neonatal yang sering terjadi dan dapat menimbulkan komplikasi berat apabila tidak terdeteksi dan ditangani secara dini. Usia kehamilan dan berat badan lahir diketahui sebagai faktor risiko penting yang berperan dalam terjadinya hiperbilirubinemia. Metode Penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan merupakan studi observasional analitik retrospectif dengan pendekatan case control. Populasi penelitian ini adalah semua bayi baru lahir dari bulan Januari-Juni 2025 sebanyak 429 orang, Sampel penelitian bayi yang mengalami hiperbilirubinemia sebanyak 40 orang dan bayi yang tidak mengalami hyperbilirubinemia sebanyak 40 orang. Analisa statistisk dilakukan univariat sampai multivariat. Hasil Penelitian Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara usia kehamilan dan berat badan lahir dengan kejadian hiperbilirubinemia pada bayi baru lahir (p < 0,001). Analisis lanjutan menggunakan regresi logistik biner ganda menunjukkan bahwa berat badan lahir merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian hiperbilirubinemia (OR = 5,237; 95% CI: 1,002–27,381; p = 0,050), sedangkan usia kehamilan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik (p = 0,142). Kesimpulan Penelitian ini menyimpulkan bahwa usia kehamilan dan berat badan lahir berhubungan signifikan dengan kejadian hiperbilirubinemia, dengan berat badan lahir bayi sebagai faktor dominan. Kata kunci: hiperbilirubinemia, usia kehamilan, berat badan lahir x ABSTRACT Name : Fajri Virgitasari Hehanusssa Study Program : S1-Kebidanan Title : The Relationship Between Gestational Age and Birth Weight of Infants with the Incidence of Hyperbilirubinemia at RSPAD Gatot Soebroto Introduction Neonatal hyperbilirubinemia is a common neonatal health problem that may lead to serious complications if not detected and managed early. Gestational age and birth weight are recognized as important risk factors associated with the occurrence of hyperbilirubinemia Method This study employed a quantitative approach using a retrospective analytical observational design with a case–control approach. The study population consisted of all newborns from January to June 2025, totaling 429 infants. The study sample included 40 newborns with hyperbilirubinemia and 40 newborns without hyperbilirubinemia. Statistical analyses were conducted from univariate to multivariate levels.. Result This study demonstrated a significant association between gestational age and birth weight with the occurrence of hyperbilirubinemia in newborns (p < 0.001). Further analysis using multiple binary logistic regression revealed that birth weight was the most dominant factor associated with hyperbilirubinemia (OR = 5.237; 95% CI: 1.002–27.381; p = 0.050), whereas gestational age did not show a statistically significant effect (p = 0.142). Conclusion This study concludes that gestational age and birth weight are significantly associated with neonatal hyperbilirubinemia, with birth weight age as the dominant factor. Keyword: hyperbilirubinemia, gestational age, birth weight

Item Type: Undergraduate Thesis
Subjects: L Education > L Education (General)
Depositing User: Mrs. Administrator STIKes RSPAD GS
Date Deposited: 30 Jun 2026 03:23
Last Modified: 30 Jun 2026 03:23
URI: http://repository.stikesrspadgs.ac.id/id/eprint/2560

Actions (login required)

View Item View Item