IMPLEMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. A G1P0A0 TRIMESTER I DENGAN INDIKASI HIPEREMESIS GRAVIDARUM (HEG) DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI DI RUANG PERAWATAN LANTAI I PAVILIUN dr. IMAN SUDJUDI RSPAD GATOT SOEBROTO

FAJRIATI, ELSA (2023) IMPLEMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. A G1P0A0 TRIMESTER I DENGAN INDIKASI HIPEREMESIS GRAVIDARUM (HEG) DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI DI RUANG PERAWATAN LANTAI I PAVILIUN dr. IMAN SUDJUDI RSPAD GATOT SOEBROTO. Skripsi, STIKes RSPAD Gatot Soebroto.

[img] Text
Elsa Fajriati.pdf

Download (735kB)

Abstract

ABSTRAK Nama : Elsa Fajriati Program Studi : D-3 Keperawatan Judul : Implementasi Asuhan Keperawatan Pada Ny. A G1P0A0 Trimester I Dengan Indikasi Hiperemesis Gravidarum (HEG) Dalam Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi Di Ruang Perawatan Lantai I Paviliun dr. Iman Sudjudi RSPAD Gatot Soebroto. Kehamilan adalah penyatuan antara spermatozoa dan ovum dilanjutkan dengan pertumbuhan dan perkembangan janin intrauterine dan berakhir sampai permulaan persalinan. Kehamilan dibagi 3 trimester yaitu Trimester I, II, dan III. Pada kehamilan trimester I rentan mengalami mual dan muntah yang berlebihan hingga mengganggu aktivitas ibu hamil yang disebut dengan Hiperemesis Gravidarum (HEG). Hiperemesis gravidarum sering terjadi pada usia kehamilan 6-8 minggu dan biasanya berakhir pada minggu ke 12. Menurut WHO tahun 2019 kejadian hiperemesis gravidarum sekitar 137.73 (22,9%) di dunia, sedangkan menurut Data Survey Demografi Indonesia tahun 2019 kejadian hiperemesis gravidarum mencapai 1.904 (5,42%). Data yang diperoleh di RSPAD Gatot Soebroto kejadian hiperemesis gravidarum dialami oleh 14 orang selama enam bulan terakhir dengan presentase (0,20%). Hiperemesis gravidarum dapat menimbulkan dampak buruk pada ibu hamil dan perkembangan janin diantaranya nutrisi pada ibu kurang, dehidrasi, penurunan berat badan, ketidakseimbangan elektrolit, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), abortus dan kelahiran prematur. Tujuan dari studi kasus ini untuk menggambarkan implementasi keperawatan pada pasien dengan indikasi Hiperemesis Gravidarum (HEG) dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi. Desain studi kasus yang digunakan adalah deskriptif. Implementasi yang dilakukan adalah memberikan pengetahuan mengenai makan sedikit tapi sering dan memberikan informasi mengenai teknik nonfarmakologi dalam mengurangi mual dan muntah berupa seduhan air jahe. Dapat disimpulkan bahwa pemberian pengetahuan mengenai makan sedikit tapi sering dan teknik nonfarmakologi berupa seduhan air jahe dapat memperbaiki keadaan nutrisi lebih adekuat dan mengurangi mual dan muntah dengan hasil yang didapatkan adalah masalah belum teratasi, tujuan belum tercapai karena masa hiperemesis gravidarum yang dialami hingga umur kehamilan minggu ke 12. Kata kunci : Kehamilan, hiperemesis gravidarum, nutrisi ABSTRACT Name : Elsa Fajriati Study Programe : D-3 Keperawatan Title : Implementation Of Nursing Mother Pregnant G1P0A0 Trimester I With Indications of Hyperemesis Gravidarum (HEG) In Meeting Nutritional Needs In Floor Treatment Room I Pavilion dr. Iman Sudjudi RSPAD Gatot Soebroto Pregnancy is the union of sperm and egg continues with the growth and development of the fetus intrauterine and ends until the beginning of labor. Pregnancy is divided into three trimesters: I, II, and III. In the first trimester of pregnancy, you are prone to excessive nausea and vomiting that disrupts the activity of the pregnant mother called Hyperemesis Gravidarum. (HEG). Hyperemesis gravidarum often occurs at the age of 6-8 weeks of pregnancy and usually ends at week 12. According to the WHO in 2019, the incidence of hyperemesis gravidarum was around 137.73 (22.9%) in the world, while according to the Indonesian Demographic Survey Data in 2019 the incidence of hyperémis Gravidarum reached 1.904 (5.42%). Data obtained in the RSPAD Gatot Soebroto incidents of hyperemesis gravidarum experienced by 14 people over the last six months with presentations (0,20%). Hyperemesis gravidarum can cause adverse effects on pregnant women and fetal development including lack of nutrition in mothers, dehydration, weight loss, electrolyte imbalance, low birth weight, abortion and premature birth. The purpose of this case study is to describe the implementation of nursing in patients with indications of Hyperemesis Gravidarum (HEG) in meeting nutritional needs. The design of the case study used is descriptive. The implementation is to provide knowledge about eating little but often and to provide information about non-pharmacological techniques in reducing nausea and vomiting. It can be concluded that giving knowledge about eating little but frequently and non-pharmacological techniques such as drinking ginger water can improve the nutritional state more adequately and reduce nausea and vomiting with the results obtained is an unresolved problem, the goal is not achieved due to the period of hyperemesis gravidarum experienced until the age of the 12th week of pregnancy. Keywords: Pregnancy, hyperemesis gravidarum, nutrition

Item Type: ["eprint_typename_skripsi" not defined]
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Depositing User: Mrs. Administrator STIKes RSPAD GS
Date Deposited: 21 May 2024 02:41
Last Modified: 21 May 2024 02:41
URI: http://repository.stikesrspadgs.ac.id/id/eprint/1905

Actions (login required)

View Item View Item